Assalamu'alaikum warrahmatullaah...
Puasa adalah salah satu amal ibadah yang dicintai dan di sukai Allah. Ibadah ini adalah ibadah yang di kerjakan oleh Ummat Islam dan ummat-ummat sebelum Islam/ terdahulu. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183. Puasa tidaklah seperti Ibadah-ibadah lain, dimana puasa mempunyai keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki ibadah-ibadah lainnya. Diantara keistimewaa tersebut adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a Bahwasannya Rasulullah saw. Bersabda, “Puasa adalah perisai, oleh karena itu jika salah seorang diantara kalian berpuasa janganlah ia berkata kotor dan jangan juga berlaku bodoh. Jika da seseorang yang memeranginya atau mencacinya, maka hendaklah ia mengatakan ‘sesungguhnya aku sedang berpuasa’ (2x) . Demi Rabb yang jiwaku berada ditanganNya, bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum disisi Allah daripada aroma minyak kasturi, dimana ia meninggalkan makanan, minuman dan nafsu syahwatnya karena Aku [Allah]. Puasa itu untukKu dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan akan dibalas dengan 10 kali lipatnya.” [HR. Bukhari Muslim]
Puasa dalam Agama Islam yang disyari’atkan ada dua macam, yaitu Puasa Wajib dan Puasa Sunnah. Puasa wajib hukumnya Fardhu ‘ain bagi setiap muslim yang sudah memenuhi syarat-syaratnya dan Puasa sunnah dapat dilaksanakan oleh siapapun yang menghendakinya tanpa ada taklif atau paksaan. Diantara puasa yang diwajibkan oleh Allah adalah Puasa Ramadhan dan Puasa wajib yang disebabkan oleh manusia sendiri adalah puasa Qadha, Kaffarat dan Nadzar. Adapun puasa sunnah, maka semuanya telah di contohnya oleh Nabi Muhammad saw. Dan diantara puasa-puasa sunnah itu adalah :
1. Puasa Syawal.
“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian melanjutkan dengan berpuasa enam hari pada bulan Syawal, maka seperti ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim)
2. Puasa Arafah
“Puasa pada hari Arofah, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
3. Puasa Asyura (10 Muharram) dan sehari sebelumnya
“Puasa pada hari ‘Asyuro’, aku berharap kepada Allah agar mengampuni dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. Muslim)
4. Puasa bulan sya’ban
“Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan tidaklah saya melihat beliau memperbanyak puasa dalam suatu bulan seperti banyaknya beliau berpuasa pada bulan sya’ban.” (HR. Bukhari)
5. Puasa muharram
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni bulan Muharrom, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)
6. Puasa senin kamis
“Amal-amal ditampakkan pada hari senin dan kamis, maka aku suka jika ditampakkan amalku dan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. Nasa’i)
7. Puasa 3 hari setiap bulan
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk berpuasa pada tiga hari ‘baidh': tanggal 13, 14 dan 15.” (HR. Nasa’i)
8. Puasa dawud
“Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Nabi Dawud, dan shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Dawud, adalah beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya, adalah beliau berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Puasa wajib mempunyai sifat taklif yaitu memaksa sedangkan puasa sunnah adalah hak mutlak bagi yang berpuasa. Jika ia mau berpuasa maka pahala baginya dan bila ia ingin membatalkan sewaktu waktu juga tidak apa-apa, seperti halnya ia ditawari sesuatu oleh seseorang dan ia melihat ada maslahat di dalamnya. Hal ini sejalan dengan hadits berikut ini. “Wahai, ‘Aisyah. Apakah engkau mempunyai sesuatu?” Maka aku menjawab: “Wahai Rasulullah, aku tidak mempunyai apa-apa”. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Kalau begitu aku berpuasa,” lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dan kami mendapatkan hadiah atau datang orang berkunjung. ‘Aisyah radhiallahu’anha berkata: “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali, maka aku sampaikan, ‘Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kita diberi hadiah,’ atau ‘ada orang berkunjung kepada kami, dan aku telah menyiapkan sesuatu untukmu’.” Beliau n bertanya: “Apa itu?” Aku menjawab: “Makanan hais”. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Bawalah kesini!” Lalu aku membawanya dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam makan, kemudian berkata: “Tadi aku berpuasa.” (HR Muslim) dan juga hadits berikut ini, “Orang yang melakukan puasa sunah, menjadi penentu dirinya. Jika ingin melanjutkan, dia bisa melanjutkan, dan jika dia ingin membatalkan, diperbolehkan.” (HR. Ahmad, Turmudzi )
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang shaleh/shalehah dan menjadikan kita semua sebagai Alhi Siyam dan selalu menjaga Iman dan Taqwa kita hingga dipenghujung nafas serta Ridho terhadap apa yang telah kita perbuat di dunia ini sehingga Allah memasukkan kita semua kedalam surganya karena RidhoNya, Amiiinn....
Boleh #tag n share
Semoga bermanfaat
Title : Puasa Sunnah yang Disyariatkan
Description : Assalamu'alaikum warrahmatullaah... Puasa adalah salah satu amal ibadah yang dicintai dan di sukai Allah. Ibadah ini adalah ibadah ...
Description : Assalamu'alaikum warrahmatullaah... Puasa adalah salah satu amal ibadah yang dicintai dan di sukai Allah. Ibadah ini adalah ibadah ...

0 Response to "Puasa Sunnah yang Disyariatkan"
Post a Comment