Ahmad Muchsiyn
“ WA’AKSU DHA YUADHI LISYIQOQY # BAINAHUMA SHOHI WALILFIROQY “
“ WA’AKSU DHA YUADHI LISYIQOQY # BAINAHUMA SHOHI WALILFIROQY “
Imam Rifaai
Dan kebalikannya [yaitu coitus tanpa foreplay] menyebabkan perselisihan# Antara Suami istri wahai sahabat dan juga menyebabkan perpisahan
Dan apabila suami istri setiap kali jimak tidak di dahului oleh pemanasan dahulu, maka hal demikian itu akan menyebabkan perselisihan dan perpisahan, kenapa demikian ? Karena bercinta dengan cara demikian tidak akan mendapat kepuasan untuk salah satu pihaknya dan hal ini jika berlangsung terus-menerus akan menyebabkan kejenuhan dan kebosanan yang berakibat pada ketidakstabilan emosi sehingga mudah bertengkar serta menyebabkan perselingkuhan yaitu mencari kepuasan di luar rumah.
Dalam sebuah hadits di sebutkan bahwa Nabi Muhammad s.a.w. melarang suami melakukan persetubuhan sebelum membangkitkan syahwat isteri dengan rayuan dan bercumbu terlebih dahulu.[HR al-Khatib]
kepuasan bersma adalah tujuan dari jimak jadi jangan mementingkan ego masing tanpa peduli terhadap pasangannya. Dalam sebuah hadits disebutkan Apabila seseorang diantara kamu bersetubuh dengan isterinya maka janganlah ia menghentikan persetubuhannya itu sehingga isterimu juga telah selesai melampiaskan hajatnya (syahwat atau mencapai kepuasan) sebagaimana kamu juga menghendaki lepasnya hajatmu (syahwat atau mencapai kepuasan).[HR. Ibnu Addi.]
Dalam sebuah riwayat Rasulullah s.a.w. bersabda : ".....dan apabila engkau menyetubuhi isterimu, engkau mendapat pahala". Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah, adakah seseorang dari kami mendapat pahala dalam melampiaskan syahwat? Nabi menjawab : Bukankah kalau ia meletakkan (syahwatnya) ditempat yang haram tidakkah ia berdosa? Demikian pula kalau ia meletakkan (syahwatnya) pada jalan yang halal maka ia mendapat pahala.[HR. Muslim.]
Dan kebalikannya [yaitu coitus tanpa foreplay] menyebabkan perselisihan# Antara Suami istri wahai sahabat dan juga menyebabkan perpisahan
Dan apabila suami istri setiap kali jimak tidak di dahului oleh pemanasan dahulu, maka hal demikian itu akan menyebabkan perselisihan dan perpisahan, kenapa demikian ? Karena bercinta dengan cara demikian tidak akan mendapat kepuasan untuk salah satu pihaknya dan hal ini jika berlangsung terus-menerus akan menyebabkan kejenuhan dan kebosanan yang berakibat pada ketidakstabilan emosi sehingga mudah bertengkar serta menyebabkan perselingkuhan yaitu mencari kepuasan di luar rumah.
Dalam sebuah hadits di sebutkan bahwa Nabi Muhammad s.a.w. melarang suami melakukan persetubuhan sebelum membangkitkan syahwat isteri dengan rayuan dan bercumbu terlebih dahulu.[HR al-Khatib]
kepuasan bersma adalah tujuan dari jimak jadi jangan mementingkan ego masing tanpa peduli terhadap pasangannya. Dalam sebuah hadits disebutkan Apabila seseorang diantara kamu bersetubuh dengan isterinya maka janganlah ia menghentikan persetubuhannya itu sehingga isterimu juga telah selesai melampiaskan hajatnya (syahwat atau mencapai kepuasan) sebagaimana kamu juga menghendaki lepasnya hajatmu (syahwat atau mencapai kepuasan).[HR. Ibnu Addi.]
Dalam sebuah riwayat Rasulullah s.a.w. bersabda : ".....dan apabila engkau menyetubuhi isterimu, engkau mendapat pahala". Para sahabat bertanya : Wahai Rasulullah, adakah seseorang dari kami mendapat pahala dalam melampiaskan syahwat? Nabi menjawab : Bukankah kalau ia meletakkan (syahwatnya) ditempat yang haram tidakkah ia berdosa? Demikian pula kalau ia meletakkan (syahwatnya) pada jalan yang halal maka ia mendapat pahala.[HR. Muslim.]
Title : Ngaji Qurrotul Uyun Versi CIBOH Part 3
Description : Ahmad Muchsiyn “ WA’AKSU DHA YUADHI LISYIQOQY # BAINAHUMA SHOHI WALILFIROQY “ Imam Rifaai Dan kebalikannya [yaitu coitus tanp...
Description : Ahmad Muchsiyn “ WA’AKSU DHA YUADHI LISYIQOQY # BAINAHUMA SHOHI WALILFIROQY “ Imam Rifaai Dan kebalikannya [yaitu coitus tanp...

0 Response to "Ngaji Qurrotul Uyun Versi CIBOH Part 3"
Post a Comment