NIAT MANDI BERSUCI SETELAH HAID
Setelah darah haid berhenti, perempuan diharuskan bersuci yaitu dengan cara mandi keramas. Pada saat mandi keramas ini, diharuskan niat untuk menghilangkan hadats besar sbb
:نَوَيْتُ الغُسْلَ ِلرَفْعِ الحَدَثِ الأكْبَر فَرْضًا ِلله تَعَالي
نويت غسل الحيض و غسل الجنابة فَرْضًا لله تعالي
(a) hanya sah untuk yang diniatkan saja;
(b) sah untuk keduanya.Mufaffiqud-Din Abdullah bin Ahmad Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni mengatakan:
#Diriwayatkan dari Hasan dan Nakha'i dalam masalah wanita haid dan junub yang mandi dua kali apabila berniat salah satunya atau wanita haid niat bersuci dari haid bukan untuk junub apakah (niat itu) mencakup pada yang lain? Ada dua pendapat. Pertama, mencakup pada yang lain karena mandinya sah sebagaimana orang yang berniat untuk dibolehkan shalat. Kedua, sah untuk yang diniatkan saja tidak yang lain berdasarkan hadits, 'Setiap perilaku seseorang itu tergantung niat.'
Wanita haid yang sudah berhenti darah haidnya tetap tidak boleh (haram) bersenggama (jimak/bersetubuh) dengan suaminya kecuali setelah bersuci atau mandi. Adapun dasar hukumnya sebagai berikut:
(خلافا لما بحثه العلامة الجلال السيوط - أي من حل الوطء أيضا بالانقطاع)
Oleh: Ema Riffah Mc
Setelah darah haid berhenti, perempuan diharuskan bersuci yaitu dengan cara mandi keramas. Pada saat mandi keramas ini, diharuskan niat untuk menghilangkan hadats besar sbb
:نَوَيْتُ الغُسْلَ ِلرَفْعِ الحَدَثِ الأكْبَر فَرْضًا ِلله تَعَالي
َArtinya: Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah.
Niat ini cukup diucapkan dalam hati, tapi tidak apa-apa kalau diucapkan
dengan bersuara.Niat mandi hukumnya wajib. Jadi, tidak sah mandi
junubnya kalau tanpa niat.
#NIAT MANDI BERSUCI DARI HAID DAN
JUNUB SEKALIGUSSeorang perempuan yang setelah haidnya habis kemudian
bersetubuh dengan suaminya, maka dia boleh mandi satu kali saja dengan
dua niat yaitu niat mandi haid dan mandi junub, demikian pendapat jumhur
(mayoritas) ulama. Niatnya sebagai berikut:
نويت غسل الحيض و غسل الجنابة فَرْضًا لله تعالي
”Saya niat mandi haid dan mandi junub karena Allah.
Adapun kalau niat salah satunya, seperti berniat mandi haid atau mandi junub saja, maka ada perbedaan pendapat ulama:
(a) hanya sah untuk yang diniatkan saja;
(b) sah untuk keduanya.Mufaffiqud-Din Abdullah bin Ahmad Ibnu Qudamah dalam kitab Al-Mughni mengatakan:
فصل: إذا اجتمع شيئان يوجبان الغسل كالحيض والجنابة أو التقاء الختانين
والإنزال ونواهما بطهارته أجزأه عنهما. قاله أكثر أهل العلم منهم عطاء وأبو
الزناد وربيعة ومالك والشافعي وإسحاق وأصحاب الرأي ويروى عن الحسن والنخعي
في الحائض الجنب يغتسل غسلين، وإن نوى أحدها أو نوت المرأة الحيض دون
الجنابة فهل تجزئه عن الآخر ؟ على وجهين أحدهما تجزئه عن الآخر لأنه غسل
صحيح نوى به الفرض فأجزأه كما لو نوى استباحة الصلاة، والثانية يجزئه عما
نواه دون ما لم ينوه لقول النبي صلى الله عليه و سلم : وإنما لكل امرئ ما
نوى
Artinya: Apabila terkumpul dua hal yang mewajibkan mandi
besar seperti haid dan junub atau bersetubuh dan keluar mani (sperma)
kemudian mandi dan niat bersuci untuk keduanya (sekaligus), maka
hukumnya sah menurut mayoritas ulama seperti Atha', Abuz-Zinad, Rabi'ah,
Malik, Syafi'i, Ishaq dan ashabur-ra'y (ulama yang menekankan ijtihad).
#Diriwayatkan dari Hasan dan Nakha'i dalam masalah wanita haid dan junub yang mandi dua kali apabila berniat salah satunya atau wanita haid niat bersuci dari haid bukan untuk junub apakah (niat itu) mencakup pada yang lain? Ada dua pendapat. Pertama, mencakup pada yang lain karena mandinya sah sebagaimana orang yang berniat untuk dibolehkan shalat. Kedua, sah untuk yang diniatkan saja tidak yang lain berdasarkan hadits, 'Setiap perilaku seseorang itu tergantung niat.'
#HUKUM SENGGAMA SETELAH BERHENTI HAID SEBELUM BERSUCI
Wanita haid yang sudah berhenti darah haidnya tetap tidak boleh (haram) bersenggama (jimak/bersetubuh) dengan suaminya kecuali setelah bersuci atau mandi. Adapun dasar hukumnya sebagai berikut:
1. Quran Surat Al-Baqarah 2:222
فاعتزلوا النساء في المحيض، ولا تقربوهن حتى يطهرن، فإذا تطهرن فأتوهن من حيث أمركم الله، إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين
Artinya: Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di
waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci.
Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang
diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang
yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
2.
Jumhur (mayoritas) ulama dari 3 madzhab utama yaitu Malikiy, Syafi’i
dan Hanbali, sepakat bahwa hubungan intim (dukhul) antara wanita haid
yang sudah berhenti darahnya dengan suaminya itu haram kecuali setelah
mandi (ghusl) atau bersuci.
3. Yusuf Qardhawi menghukumi haram bersetubuhnya wanita haid sebelum bersuci walaupun darah sudah mampet (berhenti)
يقول يوسف القرضاوي:-جمهور الفقهاء يرون: أنه لا يجوز للزوج أن يجامع زوجته إلا بعد أن تغتسل، أي تغسل رأسها وجسدها كله بالماء
Imam Jalaluddin as-Suyuthi membolehkan terjadinya senggama antara suami-istri apabila darah haid sudah berhenti
(خلافا لما بحثه العلامة الجلال السيوط - أي من حل الوطء أيضا بالانقطاع)
dalam I'aanah at-Thaalibiin I/85.
4. Madzhab Hanafi membolehkan terjadinya hubungan intim (jimak) apabila darah haid putus dan waktu haid sudah melewati 10 hari.
Title : MANDI BERSUCI SETELAH HAID
Description : NIAT MANDI BERSUCI SETELAH HAID Oleh: Ema Riffah Mc Setelah darah haid berhenti, perempuan diharuskan bersuci yaitu dengan cara ...
Description : NIAT MANDI BERSUCI SETELAH HAID Oleh: Ema Riffah Mc Setelah darah haid berhenti, perempuan diharuskan bersuci yaitu dengan cara ...

0 Response to "MANDI BERSUCI SETELAH HAID"
Post a Comment